Sabtu, 05 Oktober 2013

Mengapa UMKM sulit berkembang?

Mengapa UMKM sulit berkembang?
Pertumbuhan  ekonomi Negara kita dipengaruhi oleh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bagaimanapun juga UMKM mempunyai peranan yang sangat penting terhadap perkembangan perekonomian bangsa ini, lalu persoalannya sekarang adalah: 
Mengapa UMKM sulit berkembang?. Salah satu kelemahannya adalah kurangnya akses pada teknologi.

Menteri Negara Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Syarief Hasan, mengatakan UMKM harus belajar teknologi, seperti penggunaan internet, untuk mengembangkan usahanya. "Dengan teknologi bisa meningkatkan kualitas dan pemasaran yang bagus," ujar Syarief dalam APEC SMEE Summit 2013, di Ayana Resort, Jimbaran, Bali. 

Mentoring UMKM dalam hal teknologi dianggap perlu. Indonesia telah mengembangkan mentoring bersama universitas-universitas. "Kita lakukan inkubating untuk UMKM. Kita juga bekerjasama dengan Kadin," ujar dia. 

Saat ini, Indonesia juga sudah memiliki kerja sama bilateral dalam hal teknologi dengan Korea dan Taiwan. Kerja sama bilateral dengan Korea Fokus pada teknologi untuk perlindungan pada lingkungan, sedangkan kerja sama dengan Taiwan dalam bentuk peningkatan produksi.

Kepala Kelompok Kerja UKM pada APEC Business Advisory Council (ABAC), Juan Raffo, juga menegaskan bahwa UKM harus diberikan akses pada internet untuk mengembangkan usaha mereka. Ia mencontohkan, salah satu UKM di Peru yang dimiliki oleh seorang pemuda dapat berkembang dengan pesat karena memiliki akses pada teknologi terbaru.

Wirausahawan tersebut memiliki portal yang menjual produk-produknya. "Dia sekarang menghasilkan 2,5 juta dolar AS. Ini juga bisa dilakukan di Indonesia," ujar Juan.

APEC SMEE Summit diharapkan dapat membantu promosi penciptaan usaha dan model usaha baru, memfasilitasi penggunaan teknologi internet di kalangan UMKM. Tujuannya untuk membantu membuka akses kepada pasar internasional, serta mendukung bisnis yang berkelanjutan – terutama askses pada pemodalan.

Artikel yang lainnya