Selasa, 30 April 2013

Kemiskinan musuh kita bersama



Kemiskinan musuh kita bersama
Negara kita adalah Negara kaya, siapa yang bilang miskin…? Coba kita tengok hutan kita kaya karena didalamnya banyak menyimpan kekayaan ada jati, ulin, meranti, sengon dan lain lain, tanah kita kaya Karena didalamnya menyimpan kekayaan ada minyak bumi, emas, batu bara, tembaga, besi dan lain lain dan juga laut kita kaya karena berbagai macam ikan hidup didalamnya dari ikan teri sampai ikan paus ada, tapi mengapa penduduk Indonesia miskin ?  what wrong…..?

Data data yang diterima dari Badan Statistik akhir akhir ini menujukan bahwa jumlah penduduk yang dibawah garis kemiskinan di Indonesia tinggal 28,59 juta orang atau 11,66 persen dari total penduduk Indonesia, katanya…! karena kita juga belum melakukan sensus. Walaupun demikian tapi jangan membuat kita jadi pesimis kita harus memberikan penghormatan dan penghargaan yang setinggi tingginya terhadap upaya upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di negeri ini.
Kemiskinan adalah musuh kita bersama, latar belakangnya bisa bermacam macam; disini saya akan menyampaikan beberapa diantaranya saja :


1.    Keterbelakangan

Rakyat Indonesia mayoritas berada dipedesaan dan pedalaman yang kurang tersentuh oleh program pemerintah, kondisinya memperihatinkan hidupnya dibawah garis kemiskinan, terlalu riskan kalau saya menyebutnya miskin total. Makanannya masih tradisional alias tidak memenuhi standar gizi YANG BAIK, pendidikannya pun masih bibawah standar alias buta huruf bin masih terbelakang namun fanatisme dan patriotisme keIndonesiaannya sangat kental, sehingga ketika kekayaannya dijarah oleh orang kota mereka mangut mangut saja karena memang orang suku pedalaman kok

2.   Kebodohan

Nah kalau rakyat Indonesia yang ini agak mendingan, mereka sudah bisa baca tulis tapi belum tahu aturan, belum tahu hak dan kewajiban sehingga hidupnya memakai aturan hukum rimba mereka cenderung jadi objek penderita dari orang orang pintar (mudah dimanfaatkan oleh orang orang yang punya kepentingan) misalnya kepentingan politik/mencari dukungan, memang cocok mencari dukungan kepada orang bodoh... irit biaya, kepentingan bisnis dan lain sebagainya

3.   Korupsi merajalela

Ya, memang korupsi sudah melembaga dari tingkat atas sampai dengan tingkat bawah, orang sudah tidak punya rasa malu lagi untuk melakukan korupsi, paktanya memang demikian. Mari kita tengok kalangan elit pejabat dengan dalih penyesuaian anggarankah, study banding keluar negri kah, ah pokoknya bermacam macam, mereka bicara dengan menggunakan retorika mutar mutar menghanyutkan rakyat, padahal mau nilep duit rakyat

4.   Kurangnya Penegakan Hukum (Low Inforcement)

Hukum kadang sering berpihak, sering tidak melihat silemah atau simiskin sehingga mereka tersudutlah dipojok pojok kehidupan hak-haknya dirampas dan mereka tidak berdaya. Tapi kalau yang punya urusannya pemguasa, pengusaha atau pejabat hukum cepat cepat ditegakan. Ini pakta dan semua orang tahu dan tiap hari melihat tayangannya ditelevisi

5.    Moral

Moral adalah sebuah benda yang abstrak dan susah dicari akan tetapi kalau orang sudah tidak memiliki benda ini akibatnya sangat dahsyat sekali, lebih dari kekuatan bom atom. Ya!, kalau orang sudah tidak mempunyai moral ya seperti itu,ada yang ngurus beras jadi kutu beras, ada yang ngurus laut jadi bajak laut, yang ngurus bawang jadi hama bawang, yang ngurus minyak jadi hantu minyak, yang ngurus zakat jadi apa coba…? Ya jadi setan....,sompret makan tuh rejeki pakir miskin, biar mati kekenyangan lhu!

Itulah barangkali garis besarnya, beberapa poin dari sekian banyak musuh kemiskinan yang harus kita berantas sampai habis jangan sampai menjadi kangker yang menjalar keberbagai sendi kehidupan, kalau kita tidak memberantasnya dari sekarang tunggu saja kehancuran negeri ini
Mudah mudahan bermanfaat

Artikel yang lainnya