Kamis, 31 Januari 2013

3 (tiga) UKM sukses menembus pasar Internasional

Banyak sudah UKM Indonesia yang telah berhasil menjajaki pasar internasional.
Pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia terbilang cukup baik. Namun demikian, belum semua UKM yang bisa memaksimalkan peluang dan kesempatan yang ada untuk meningkatkan dan memperluas pasarnya.

Baru-baru ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan tiga UKM yang telah menembus pasar luar negeri. Ketiga UKM tersebut dinilai layak menjadi percontohan bagi UKM lainnya. Ini tentu menambah panjang daftar UKM yang mampu menjajaki pasar internasional, seperti sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu beberapa UKM juga telah menerima penghargaan Primaniyarta 2012 dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, atas prestasi yang sama.
“Kami baru mengidentifikasi tiga UKM yang dapat menjadi contoh. UKM eksportir yang memiliki prestasi ekspor cukup baik,” ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Bayu Krisnamurthi, di Jakarta.
Ketiga UKM itu, sebut Bayu, adalah PT IKA Indo Industri Karbonik, Usaha Dagang (UD) Bandar Mina, dan PT Bambu Media Cipta Persada.

Dijelaskannya, PT IKA Indo Industri Karbonik, adalah UKM dari Medan, Sumatera Utara, yang telah melakukan ekspor karbon aktif dari batok kelapa (produk untuk penyaringan air minum) ke pasar Amerika dan Eropa.
“Produk-produk IKA diekspor ke pasar-pasar di AS, Eropa dan Cina, dengan nilai ekspornya pada tahun 2011 mencapai USD7,3 juta dan juga menjadi bagian dari nilai ekspor karbon aktif Indonesia sekitar USD33 juta,” jelas Bayu.
“Ini perusahaan kecil tapi bisa memanfaatkan limbah batok kelapa yang menjadikan sebagai produk ramah lingkungan,” sambung Bayu.
Sementara UD Bandar Mina adalah UKM asal Bali Utara yang telah melakukan ekspor ikan kerapu ke China. Di negara tersebut, produknya itu dijual seharga USD15-45 perkilogramnya.
Dan, PT Bambu Media Cipta Persada merupakan UKM yang bergerak di bidang IT yang mengembangkan program-program. Negara-negara tujuan ekspornya adalah ke Eropa, AS dan Korea.
Bayu bilang, ketiga UKM ini mampu melihat dan memanfaatkan peluang yang ada untuk dapat menjajaki pasar-pasar di luar negeri.
“Mereka mampu melihat peluang yang unik, mampu menjaga kontinuitas baik dari kualitas maupun kuantitas, gigih dan tidak menyesali kegagalan,” sebut Bayu.

Penghargaan UKM Pangan
Di sisi lain, UKM Indonesia yang bergerak di bidang kuliner juga terus tumbuh pesat dengan berbagai prestasi dan pencapaiannya memanfaatkan sumber pangan lokal.
Untuk memotivasi UKM di bidang ini, Pemerintah juga memberikan penghargaan, “UKM Pangan Award 2012” kepada 10 pelaku usaha, yang dinyatakan sebagai pemenang dalam kompetisi kreativitas dari 92 UKM (73 usaha kecil dan 19 usaha menengah) dari 20 provinsi di Indonesia.
“UKM Pangan Award diberikan untuk memotivasi para pelaku UKM bidang kuliner agar mampu mengembangkan kreativitasnya dalam produk pangan yang bersumber dari tradisi dan budaya bangsa,” kata Wamendag, seperti dilansir kantor berita Antara.
Bayu mengatakan ajang perlombaan tersebut juga sekaligus merupakan wadah untuk menjaring produk pangan dari UKM yang berpotensi untuk berkembang hingga menembus pasar ekspor.
Selain itu, kata Bayu, para pelaku industri pangan khususnya UKM disiapkan agar bisa berpromosi membangun citra produk pangan yang kompetitif serta mampu menumbuhkan pemahaman tentang mutu dan keamanan produknya dengan harapan agar membangun profesionalisme dalam mengembangkan usahanya.
Lomba tersebut terbagi menjadi dua kategori yaitu umum dan khusus yang terbagi lagi menjadi enam sub kategori yaitu produk minuman kemasan, kategori produk makanan siap saji, produk minuman kemasan, produk makanan camilan, inovasi pangan baru, dan inovasi hasil olahan buah-buahan tropis Indonesia.


Artikel yang lainnya